Kamis, 04 Juni 2015




ILMU BUDAYA DASAR


http://tescaindonesia.org/assets/imagecache/thumb1/gundar-logo.jpg

Aprylian Maulana
51414476
1IA01


JASMANI, ROHANI, & AKAL



KATA PENGANTAR

Segala puji syukur atas kehadirat Allah SWT Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang, karena berkat ridho-Nya makalah ini dapat terselesaikan. Makalah ini disusun untuk memperluas wawasan tentang Ilmu Budaya Dasar, khususnya tentang pembahasan Manusia dan pemikiran Akal, Jasmani dan Rohani.
Makalah ini dibuat dalam rangka pembelajaran mata kuliah Ilmu Budaya Dasar. Pemahaman tentang manusia dan hal-hal yang berkaitan tentang kehidupan di muka bumi ini.
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan baru sekaligus memperluas pengetahuan bagi para pembaca.

Terima Kasih.

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..................................................................................... i
DAFTAR ISI................................................................................................... i
BAB I PENDAHULUAN................................................................................ 1
A.     Latar belakang.......................................................................................... 1.1
B.     Tujuan...................................................................................................... 1.2
BAB II PEMBAHASAN................................................................................. 2
A.     Pengertian Manusia................................................................................... 2.1
B.     Pola Pikir Manusia.................................................................................... 2.2
C.     Rohani...................................................................................................... 2.3
D.     Jasmani..................................................................................................... 2.4
E.      Hubungan Manusia dengan Akal pikiran, Jasmani dan Rohani................ 2.5
BAB III PENUTUP......................................................................................... 3
A.     Kesimpulan.............................................................................................. 3.1
B.     Saran........................................................................................................ 3.2








BAB I

PENDAHULUAN


1.1  LATAR BELAKANG

Manusia sebagai makhluk individu memiliki unsur jasmani dan rohani. Jika unsur tersebut sudah tidak menyatu lagi, maka seseorang tidak dapat disebut sebagai individu kembali. Karena kedua unsur tersebut haruslah berjalan dengan seimbang.

Sejak lahir manusia dibekali oleh akal pikiran yang sangat tinggi, itulah yang menyebabkan manusia memiliki potensi di berbagai bidang agar manusia dapat menjalani kehidupannya dengan baik. Oleh karena itu kita akan mendalami ilmu tentang Apa Itu Manusia dan Bagaimana Hubungannya dengan Akal, Jasmani dan Rohani pada makalah ini.


1.2  TUJUAN

Ø  Memahami pengertian manusia
Ø  Mengetahui pola piker manusia
Ø  Membahas hubungan manusia dengan Akal, Jasmani dan Rohani



BAB II

PEMBAHASAN


2.1 PENGERTIAN MANUSIA

Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan paling sempurna. Di dalam diri manusia terdapat apa-apa yang didapat dalam makhluk hidup lainnya, namun manusia diberikan kelebihan khusus yaitu akal dan pikiran yang telah dikauniakan oleh Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Secara biologis manusia diklasifikasikan sebagai jenis Homo Sapiens (bahasa latin untuk manusia), sebuah spesies primate dari golongan mamalia yang dilengkapi dengan otak berkemampuan tinggi.





Karakteristik manusia antara lain:
1.      Aspek Kreasi
2.      Aspek Ilmu
3.      Aspek Kehendak
4.      Pengarahan Akhlak

Manusia adalah makhluk idealis, idealisme adalah faktor utama dalam penggerakan dan evolusi manusia. Kekuatan inilah yang membuat manusia untuk merenung, menemukan, menyelidiki, mewujudkan, membuat dan mencipta dalam alam jasmaniah dan ruhaniah.

Berikut tahap-tahap perkembangan manusia bedasarkan klasifikasi periode perkembangan:

Ø  Periode pra kelahiran
Ø  Masa bayi
Ø  Masa kanak-kanak
Ø  Masa remaja
Ø  Masa awal dewasa
Ø  Masa pertengahan dewasa
Ø  Masa akhir dewasa


2.2  POLA PIKIR MANUSIA

Setiap manusia pasti memiliki pola piker serta sudut pandang tentang segala hal. Pola pikir manusia membentuk sebuah kepribadian yang sangat unik dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut dapat terlihat dari cara menyikapi permasalahan-permasalahan yang sering dialami oleh seseorang, dan akan melahirkan suatu sudut pandang tentang bagaimana cara mengatasi masalah tersebut. Baik itu tentang keinginan, ambisi, cita-cita hingga aspek-aspek kehidupan yang dilaluinya.

Proses pembentukan kerangka berpikir seorang manusia dimulai sejak bayi didalam kandungan. Dengan bertambahnya usia, bertambah pula informasi yang masuk ke dalam pikiran seseorang. Informasi yang masuk ke dalam sebuah pikiran pun beragam, dan secara tidak langsung informasi-informasi itu membentuk sebuah pola pikir dari seseorang.

Kuat atau besarnya pola pikir kita akan berpengaruh terhadap informasi-informasi yang datang dikemudian hari. Akan ada informasi yang dominan maupun non dominan, dimana pola pikir yang dominan inilah salah satu penyebab utama mengapa seorang manusia sering berbeda pendapat dan sering terjadinya perdebatan saat berdiskusi atau rapat. Hal itu disebabkan saat seorang manusia sangat memegang teguh informasi yang telah didapatkannya. Pandangan hidup pada dasarnya terbentuk oleh beberapa faktor dominan, diantaranya sebagai berikut:



Ø  Cita-cita
Ø  Pengalaman
Ø  Pendidikan
Ø  Pergaulan

Keempat faktor diatas merupakan faktor yang dapat membentuk dan mempengaruhi pola pikir seorang manusia.


2.3  ROHANI

Membadakan yang salah dan yng benar, serta menganalisis sesuatu yang sangat tergantung dari luas pengalaman dan tingkat pendidikan formal maupun informal. Di sampingitu rohani juga dikenal dengan batin atau jiwa sehingga rohani sangat dibutuhkan dalam tubuh kita


2.4  JASMANI

Kemampuan tubuh untuk menyesuaikan fungsi alat tubuh dalam batas fisiologi terhadap lingkungan  (ketinggian,kelembaban suhu, dan sebagainya) atau kerja fisik dengan cukup efisien tanpa lelah yang terlalu berlebihan. Secara umum, pengertian kebugaran jasmani adalah kemampuan seseorang untuk malankan pekerjaan sehari-hari dengan ringan dan mudah tanpa merasakan kelelahan yang berarti dan masih memiliki cadangan tenaga untuk melakukan kegiatan yang lainnya.


2.5 HUBUNGAN MANUSIA DENGAN AKAL PIKIRAN, JASMANI DAN ROHANI

Akal merupakan salah satu aspek rohaniah pada manusia yang berfungsi untuk membedakan yang salah dan benar serta menganalisa sesuatu yang kemampuannya tergantung atas pengalaman dan tingkat pendidikan yang dimiliki.

Jasmani merupakan sesuatu yang berhubungan dengan kesehatan. Dengan kondisi kesehatan yang baik, maka seseorang dapat menjalankan hidup yang produktif, aktif dan dapat melakukan kegiatan positif lainnya.

Rohani merupakan sesuatu hal yang berkaitan dengan hati (kalbu), jiwa, mental, fikiran yang mewujudkan unsur pribadi manusia yang paling unik yang tidak dapat dilihat melalui panca indra. Jika seseorang sehat rohaninya, ia akan memiliki kemampuan beramal yang tinggi, dan selalu melakukan kegiatan-kegiatan yang baik pula. Sebaliknya, orang-orang yang “sakit” rohaninya, maka gejala yang timbul adalah hal-hal yang bersifat negative, yang menonjolkan kelemahan dan kelemahan. Oleh karena itu kesehatan rohani sangat penting untuk dimiliki, dengan cara mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar senantiasa diberikan kesehatan rohani untuk menjalani kehidupan.



BAB III

PENUTUP


3.1 KESIMPULAN

Setiap anggota atau bagian dari tubuh kita merupakan suatu kesatuan jaringan, yang pada setiap masing-masing bagiannya terhubung satu sama lain. Apabila ada bagian yang kurang baik, maka akan berdampak kepada yang lainnya. Akal mengatur segala kegiatan yang ada pada tubuh kita, mulai dari kerja organ tubuh, system perasaan, pengambilan keputusan, penyikapan terhadap suatu masalah dalam hidup. Sedangkan Jasmani merupakan pendukung kegiatan sehari-hari. Jika kesehatan jasmani kita baik, maka kita dapat menjalani segala aktifitas dengan baik dan lancar. Dan Rohani merupakan kebutuhan manusia yang berkaitan dengan Tuhan. Kedekatan dengan Tuhan akan membuat ketentraman dalam hati dan jiwa, yang akan berdampak dengan prilaku yang baik pula.

Maka dari itu keselarasan antara Akal, Jasmani dan Rohani sangatlah penting untuk dijaga, agar kehidupan yang dijalani akan seimbang antara segala aspek.


3.4 SARAN

Sebagai manusia yang menjalani kehidupan di dunia dengan segala macam problematika, maka kita harus benar-benar menjaga kesehatan pola pikir akal, jasmani dan rohani dengan baik dan seimbang. Agar kita dapat menjalani kehidupan ini dengan sebaik-baiknya. Jika tidak, maka hal tersebut akan mengganggu dan berdampak negative pada kehidupan sehari-hari.


DAFTAR PUSTAKA









Selasa, 06 Januari 2015

ILMU PENGETAHUAN TEKNOLOGI DAN KEMISKINAN

ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI DAN KEMISKINAN


Pengertian Ilmu dan Ilmu Pengetahuan.
Batas kajian ilmu adalah fakta sedangkan batas kajian filsafat adalah logika atau daya pikir manusia. Ilmu menjawab pertanyaan “why” dan “how” sedangkan filsafat menjawab pertanyaan “why, why, dan why” dan seterusnya sampai jawaban paling akhir yang dapat diberikan oleh pikiran atau budi manusia (munkin juga pertanyaan-pertanyaannya terus dilakukan sampai never ending)..n oleh Heidegger, setiap telaahan filosofis terdapat unsur metafisik.

1. ilmu adalah pengetahuan yang bersifat umum dan sistematis, pengetahuan dari mana dapat disimpulkan dalil-dalil tertentu menurut kaidah-kaidah umum. (Nazir, 1988)

2. konsepsi ilmu pada dasarnya mencakup tiga hal, yaitu adanya rasionalitas, dapat digeneralisasi dan dapat disistematisasi (Shapere, 1974)

3. pengertian ilmu mencakup logika, adanya interpretasi subjektif dan konsistensi dengan realitas sosial (Schulz, 1962)


4. ilmu tidak hanya merupakan satu pengetahuan yang terhimpun secara sistematis, tetapi juga merupakan suatu metodologi

Empat pengertian di atas dapatlah disimpulkan bahwa ilmu pada dasarnya adalah pengetahuan tentang sesuatu hal atau fenomena, baik yang menyangkut alam atau sosial (kehidupan masyarakat), yang diperoleh manusia melalui proses berfikir. Itu artinya bahwa setiap ilmu merupakan pengetahun tentang sesuatu yang menjadi objek kajian dari ilmu terkait.
Dalam pengertian lain, pengetahuan adalah berbagai gejala yang ditemui dan diperoleh manusia melalui pengamatan inderawi. Pengetahuan muncul ketika seseorang menggunakan indera atau akal budinya untuk mengenali benda atau kejadian tertentu yang belum pernah dilihat atau dirasakan sebelumnya. Misalnya ketika seseorang mencicipi masakan yang baru dikenalnya, ia akan mendapatkan pengetahuan tentang bentuk, rasa, dan aroma masakan tersebut.
Pengetahuan yang lebih menekankan pengamatan dan pengalaman inderawi dikenal sebagai pengetahuan empiris atau pengetahuan aposteriori. Pengetahuan ini bisa didapatkan dengan melakukan pengamatan dan observasi yang dilakukan secara empiris dan rasional. Pengetahuan empiris tersebut juga dapat berkembang menjadi pengetahuan deskriptif bila seseorang dapat melukiskan dan menggambarkan segala ciri, sifat, dan gejala yang ada pada objek empiris tersebut. Pengetahuan empiris juga bisa didapatkan melalui pengalaman pribadi manusia yang terjadi berulangkali. Misalnya, seseorang yang sering dipilih untuk memimpin organisasi dengan sendirinya akan mendapatkan pengetahuan tentang manajemen organisasi.
Selain pengetahuan empiris, ada pula pengetahuan yang didapatkan melalui akal budi yang kemudian dikenal sebagai rasionalisme. Rasionalisme lebih menekankan pengetahuan yang bersifat apriori; tidak menekankan pada pengalaman. Misalnya pengetahuan tentang matematika. Dalam matematika, hasil 1 + 1 = 2 bukan didapatkan melalui pengalaman atau pengamatan empiris, melainkan melalui sebuah pemikiran logis akal budi. Pengetahuan adalah informasi atau maklumat yang diketahui atau disadari oleh seseorang. Pengetahuan termasuk, tetapi tidak dibatasi pada deskripsi, hipotesis, konsep, teori, prinsip dan prosedur yang secara Probabilitas Bayesian adalah benar atau berguna.
Ilmu Pengetahuan adalah suatu proses pemikiran dan analisis yang rasional, sistimatik, logik dan konsisten. Hasilnya dari ilmu pengetahuan dapat dibuktikan dengan percobaan yang transparan
dan objektif. Ilmu pengetahuan mempunyai spektrum analisis amat luas, mencakup persoalan yang sifatnya supermakro, makro dan mikro. Hal ini jelas terlihat, misalnya pada ilmu-ilmu: fisika, kimia, kedokteran, pertanian, rekayasa, bioteknologi, dan sebagainya.
SIKAPILMIAH

Sikap ilmiah yang dimaksud adalah sikap yang seharusnya dimilikioleh seorang
peneliti. Untuk dapat melalui proses penelitian yang baikdan hasil yang baik pula, peneliti
harus memiliki sifat-sifat berikut ini.

1) Mampu Membedakan Fakta dan Opini

Fakta adalah suatu kenyataan yang disertai bukti-bukti ilmiah dandapat
dipertanggungjawabkan kebenarannya, sedangkan opini adalahpendapat pribadi dari
seseorang yang tidak dapat dibuktikankebenarannya sehingga di dalam melakukan studi
kepustakaan, seorangpeneliti hendaknya mampu membedakan antara fakta dan opini
agarhasil penelitiannya tepat dan akurat serta dapat dipertanggungjawabkankebenarannya.

2)Berani dan Santun dalam Mengajukan Pertanyaan danArgumentasi
Peneliti yang baik selalu mengedepankan sifat rendah hati ketikaberada dalam satu ruang
dengan orang lain. Begitu juga pada saatbertanya, berargumentasi, atau mempertahankan hasil
penelitiannya akansenantiasa menjunjung tinggi sopan santun dan menghindari
perdebatansecara emosi. Kepala tetap dingin, tetapi tetap berani mempertahankankebenaran
yang diyakininya karena yakin bahwa pendapatnya sudahdilengkapi dengan fakta yang jelas
sumbernya.

3) Mengembangkan Keingintahuan
Peneliti yang baik senantiasa haus menuntut ilmu, ia selalu berusahamemperluas pengetahuan
dan wawasannya, tidak ingin ketinggalaninformasi di segala bidang, dan selalu berusaha
mengikuti perkembanganilmu pengetahuan yang semakin hari semakin canggih dan modern.

4) Kepedulian terhadap Lingkungan
Dalam melakukan penelitian, peneliti yang baik senantiasa peduliterhadap lingkungannya dan
selalu berusaha agar penelitian yangdilakukannya membawa dampak yang positif bagi lingkungan dan bukan sebaliknya.

Definisi Teknologi

Teknologi atau pertukangan memiliki lebih dari satu definisi. Salah satunya adalah pengembangan dan aplikasi dari alat, mesin, material dan proses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya. Sebagai aktivitas manusia, teknologi mulai dikenal sebelum sains dan teknik.
Teknologi dibuat atas dasar ilmu pengetahuan dengan tujuan untuk mempermudah pekerjaan manusia, namun jika pada kenyataannya teknologi malah mempersulit, layakkah disebut Ilmu Pengetahuan?
Kata teknologi sering menggambarkan penemuan dan alat yang menggunakan prinsip dan proses penemuan saintifik yang baru ditemukan. Meskipun demikian, penemuan yang sangat lama seperti roda juga disebut sebuah teknologi.

Definisi lainnya (digunakan dalam ekonomi) adalah teknologi dilihat dari status pengetahuan kita yang sekarang dalam bagaimana menggabungkan sumber daya untuk memproduksi produk yang diinginkan( dan pengetahuan kita tentang apa yang bisa diproduksi). Oleh karena itu, kita dapat melihat perubahan teknologi pada saat pengetahuan teknik kita meningkat.

Teknologi adalah satu ciri yang mendefinisikan hakikat manusia yaitu bagian dari sejarahnya meliputi keseluruhan sejarah. Teknologi, menurut Djoyohadikusumo (1994, 222) berkaitan erat dengan sains (science) dan perekayasaan (engineering). Dengan kata lain, teknologi mengandung dua dimensi, yaitu science dan engineering yang saling berkaitan satu sama lainnya. Sains mengacu pada pemahaman kita tentang dunia nyata sekitar kita, artinya mengenai ciri-ciri dasar pada dimensi ruang, tentang materi dan energi dalam interaksinya satu terhadap lainnya.
Makna Teknologi, menurut Capra (2004, 106) seperti makna ‘sains’, telah mengalami perubahan sepanjang sejarah. Teknologi, berasal dari literatur Yunani, yaitu technologia, yang diperoleh dari asal kata techne, bermakna wacana seni. Ketika istilah itu pertama kali digunakan dalam bahasa Inggris di abad ketujuh belas, maknanya adalah pembahasan sistematis atas ‘seni terapan’ atau pertukangan, dan berangsur-angsur artinya merujuk pada pertukangan itu sendiri. Pada abad ke-20, maknanya diperluas untuk mencakup tidak hanya alat-alat dan mesin-mesin, tetapi juga metode dan teknik non-material. Yang berarti suatu aplikasi sistematis pada teknik maupun metode. Sekarang sebagian besar definisi teknologi, lanjut Capra (2004, 107) menekankan hubungannya dengan sains. Ahli sosiologi Manuel Castells seperti dikutip Capra (2004, 107) mendefinisikan teknologi sebagai ‘kumpulan alat, aturan dan prosedur yang merupakan penerapan pengetahuan ilmiah terhadap suatu pekerjaan tertentu dalam cara yang memungkinkan pengulangan.
Fenomena teknik pada masyarakat

Fenomena teknik pada masyarakat teknik, menurut Sastrapratedja (1980) memiliki ciri-ciri sebagia berikut :

1. Rasionalistas, artinya tindakan spontan oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan rasional

2. Artifisialitas, artinya selalu membuat sesuatu yang buatan tidak alamiah

3. Otomatisme, artinya dalam hal metode, organisasi dan rumusan dilaksanakan secara otomatis. Demikian juga dengan teknik mampu mengeliminasikan kegiatan non teknis menjadi kegiatan teknis

4. Teknik berkembang pada suatu kebudayaan

5. Monisme, artinya semua teknik bersatu, saling berinteraksi dan saling bergantung

6. Universalisme, artinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ediologi, bahkan dapat menguasai kebudayaan

7. otonomi artinya teknik berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri.
Teknologi yang berkembang denan pesat meliputi berbagai bidang kehidupan manusia.
Luasnya bidang teknik digambarkan sebagaia berikut :

1. Teknik meluputi bidang ekonomi, artinya teknik mampu menghasilkan barang-barang industri. Dengan teknik, mampu mengkonsentrasikan capital sehingga terjadi sentralisasi ekonomi

2. Teknik meliputi bidang organisasional seperti administrasi, pemerintahan, manajemen, hukum dan militer

3. Teknik meliputi bidang manusiawi. Teknik telah menguasai seluruh sector kehidupan manusia, manusia semakin harus beradaptasi dengan dunia teknik dan tidak ada lagi unsur pribadi manusia yang bebas dari pengaruh teknik.

PENGERTIAN KEMISKINAN


Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan.

Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya mencakup:
·         Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangansehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
·         Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi.
·         Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna “memadai” di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politikdan ekonomi di seluruh dunia.


Ciri-ciri manusia yg berada di bawah kemiskinan
mereka yang hidup dibawah garis kemiskinan memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1.            Tidak memiliki factor-faktor produksi sendiri seperti tanah, modal, ketrampilan.
2.            Tidak memiliki kemungkinan untuk memperoleh asset produksi dengan kekuatan
sendiri, seperti untuk memperoleh tanah garapan ataua modal usahaTingkat pendidikan mereka rendah, tidak sampai taman SD.
3.            Kebanyakan tinggal di desa sebagai pekerja bebas
4.            Banyak yang hidup di kota berusia muda, dan tidak mempunyai ketrampilan.

Fungsi-fungsi Orang Miskin


Pertama : adalah menyediakan tenaga kerja untuk pekerjaan kotor, tidak terhormat, berat, berbahaya, tetapi di bayar murah.
Kedua : kemiskinan adalah menambah atau memperpanjang nilai guna barang atau jasa. Baju bekas yang sudah tidak terpakai dapat di jual ( atau dengan bangga di katakan ” di infakan ”)kepada orang-orang miskin.
Ketiga : kemiskinan adalah mensubsidi berbagai kegiatan ekonomi yang menguntungkan orang-orang kaya. Pegawai-pegawai kecil, karena di bayar murah, petani tidak boleh menaikan harga beras mereka untuk mensubsidi orang-orang kota.
Kempat : kemiskinan adalah menyediakan lapangan kerja,bagaimana mungkin orang miskin memberikan lapangan kerja ? karena ada orang miskin lahirlah pekerjaan tukang kredit ( barang atau uang ) aktivis-aktivis LSM ( yang menyalurkan dana dari badan-badan internasional lewat para aktivis yang belum mendapatkan pekerjaan kantor ) belakangan kita tahu bahwa tidak ada komunitas yang paling laku di jual oleh negara ketiga di pasaran internasional selain kemiskinan.
Kelima : kemiskinan adalah memperteguh status sosial orang-orang kaya, perhatikan jasa orang miskin pada perilaku orang-orang kaya baru. Sopir yang menemaninya memberikan label bos kepadanya.Nyonya-nyonya dapat menunjukan kekuasaannya dengan memerintah inem-inem mengurus rumah tangganya.
-http://definisi-pengertian.blogspot.com/2009/11/pengertian-ilmu-dan-ilmu-pengetahuan.html
-http://definisi-pengertian.blogspot.com/2010/01/definisi-teknologi.html
-http://www.scribd.com/doc/40750397/Sikap-Ilmiah
-http://id.wikipedia.org/wiki/Kemiskinan
-http://sosbud.kompasiana.com/2010/02/17/fungsi-fungsi-orang-miskin/

PERTENTANGAN-PERTENTANGAN SOSIAL

Pertentangan sosial merupakan suatu penyimpangan yang biasanya didasari oleh kesalah pahaman. Pertentangan sosial dapat dilihat dari kehidupan sehari-hari sebagai contohnya : tawuran, peperangan antar suku dan juga kekerasan dalam rumah tangga semua , semua itu hanya ingin memuaskan keegoisan masing-masing yang ingin memenangkan dirinya sendiri.

    Yang sering kita lihat dalam kehidupan sehari-hari ini adalah tawuran, tawuran biasanya dilakukan hanya karena saling ejek satu sama lain, untuk memperoleh kebanggaan tersendiri. Hal tersebut dapat dihilangkan dengan cara percaya satu sama lainnya, terbuka, saling pengertian dan semua itu dapat di tanamkan dari kecil agar tidak mudah salah paham terhadap orang lain.

 Penyebab terjadinya konflik/Pertentangan dimasyarakat
1. Perbedaan Kepentingan
Kepentingan merupakan dasar dari timbulnya tingkah laku dari individu. Individu bertingkah laku karena adanya dorongan untuk memenuhi kepentingannya. Kepentingan ini bersifat esensial bagi kelangsungan kehidupan individu itu sendiri. Jika individu berhasil memenuhi kepentingannya, maka mereka akan merasa puas dan sebaliknya bila gagal akan menimbulkan masalah bagi diri sendiri maupun bagi lingkungannya.
Individu yang berpegang pada prinsipnya saat bertingkah laku, maka kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh individu tersebut dalam masyarakat merupakan kepuasan pemenuhan dari kepentingan tersebut. Oleh karena itu, individu mengandung arti bahwa tidak ada dua orang yang sama persis dalam aspek-aspek pribadinya, baik jasmani maupun rohaninya. Dengan itu, maka akan muncul perbedaan kepentingan pada setiap individu, seperti:

1. Kepentingan individu untuk memperoleh kasih sayang.
2. Kepentingan individu untuk memperoleh harga diri.
3. Kepentingan individu untuk memperoleh penghargaan yang sama.
4. Kepentingan individu untuk memperoleh prestasi dan posisi.
5. Kepentingan individu untuk dibutuhkan orang lain.
6. Kepentingan individu untuk memperoleh kedudukan didalam kelomponya.
7. Kepentingan individu untuk memperoleh rasa aman dan perlindungan diri.
8. Kepentingan individu untuk memperoleh kemerdekaan diri.

Dalam hal diatas menunjukkan ketidakmampuan suatu ideologi mewujudkan idealisme yang akhirnya akan melahirkan suatu konflik.  Hal mendasar yang dapat menimbulkan suatu konflik adalah jarak yang terlalu besar antara harapan dengan kenyataan pelaksanaan. Perbedaan kepentingan ini tidak secara langsung menyebabkan terjadinya konflik tetapi ada beberapa fase, yaitu Fase Disorganisasi dan Fase

2. Prasangka, Diskriminasi, dan Ethnosentrisme

a. Prasangka dan diskriminasi
Prasangka dan Diskriminasi dapat merugikan pertumbuh-kembangan dan bahkan integrasi masyarakat. Prasangka mempunyai dasar pribadi, dimana setiap orang memilikinya. Melalui proses belajar dan semakin dewasanya manusia, membuat sikap cenderung membeda-bedakan dan sikap tersebut menjurus kepada prasangka. Apabila individu mempunyai prasangka dan biasanya bersifat diskriminatif terhadap ras yang diprasangka. Jika prasangka disertai dengan agresivitas dan rasa permusuhan, biasanya orang yang bersangkutan mencoba mendiskiminasikan pihak-pihak lain yang belum tentu salah, dan akhirnya dibarengi dengan sifat Justifikasi diri, yaitu pembenaran diri terhadap semua tingkah laku diri.

b. Perbedaan Prasangka dan diskriminasi
Perbedaan Prasangka dan Diskriminasi, prasangka adalah sifat negative terhadap sesuatu. Dalam kondisi prasangka untuk menggapai akumulasi materi tertentu atau untuk status sosial bagi suatu individu atau suatu. Seorang yang berprasangka rasial biasanya bertindak diskriminasi terhadap rasa yang diprasangka.

c. Sebab-sebab timbulnya Prasangka dan Diskriminatif

1. Latar belakang sejarah.
Misalnya : bangsa kita masih menganggap bangsa Belanda adalah bangsa penjajah.Inidilatarbelakangi karena pada masa lampau Bangsa Belanda menjajah Indonesia selama kurang lebih 3,5 abad.
2. Dilatar belakangi oleh perkembangan sosio-kultural dan situasional
Apabila prasangka bisa berkembang lebih jauh sebagai akibat adanya jurang pemisah antara kelompok orang kaya dengan orang miskin.
3. Bersumber dari faktor kepribadian
Bersifat prasangka merupakan gambaran sifat seseorang. Tipe authorian personality adalah sebagian ciri kepribadian seseorang yang penuh prasangka, dengan ciri-ciri bersifat konservatif dan tertutup.
4. Perbedaan keyakinan, kepercayaan, dan agama.
Banyak sekali konflik yang ditimbulkan karean agama. Seperti yang kita alami sekarang diseluruh penjuru dunia.
d. Usaha mengurangi/menghilangkan prasangka dan diskriminasi
Dapat dilakukan dengan perbaikan kondisi sosial dan ekonomi, pemerataan pembangunan, dan usaha peningkatan pendapatan bagi WNI yang masih di bawah garis kemiskinan. Perluasan kesempatan belajar. Sikap terbuka dan lapang harus selalu kita sadari.
sumber: